Inilah jumlah mobil dan sepeda yang terjual di Malaysia selama tahun pandemi ini… Angka April sungguh mengejutkan!

Inilah jumlah mobil dan sepeda yang terjual di Malaysia selama tahun pandemi ini… Angka April sungguh mengejutkan!

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

– Iklan –

KUALA LUMPUR, 11 Desember – Jumlah mobil dan sepeda motor yang terjual di Malaysia selama ten bulan pertama tahun ini ' – yang mencakup pesanan kontrol gerakan (MCO)' – mengalami penurunan drastis secara keseluruhan hampir twenty persen dan 13 persen sen jika dibandingkan dengan periode yg sama tahun lalu.

Penjualan mobil

Dalam balasan tertulis parlemen yang dirilis Rabu, Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional (Miti) mengatakan hanya 398. 159 unit sarana penumpang dan komersial yang terjual dari Januari hingga Oktober tahun ini.

Ini turun 19, 9 persen atau berkurang 98. 696 unit dibandingkan Januari-Oktober tahun lalu yang terjual 496. 855 unit.

– Iklan –

Catatan yang dikutip berasal dari Asosiasi Otomotif Malaysia (MAA).

Dalam rincian yang lebih rinci, 42. 867 mobil terjual pada Januari 2020. Penjualan turun pada Februari menjadi 41. 143 unit dan turun menjadi setengahnya pada Maret ketika 22. 518 mobil terjual.

Penjualan mobil mencapai titik terendah pada bulan April. Hanya 143 unit yang terjual.

Namun penjualan mobil kembali melonjak tajam pada Mei menjadi 23. 318 unit. Kenaikan ke atas berlanjut di bulan Juni dengan 44. 704 unit terjual.

Penjualan terbaik tercatat pada Juli dengan penjualan 57. 552 unit mobil.

Sejak Juli, telah bertahan di atas 50. 000 unit hingga Oktober.

Penjualan mobil terbaik berikutnya adalah Oktober sebanyak 56. 670 unit, diikuti September (56. 444 unit) dan Agustus (52. 800 unit).

Penjualan mobil bulan Januari telah mengalami penurunan sebanyak 5. 583 unit terjual atau -11, 5 persen jika dibandingkan dengan Januari 2019, sementara penjualan mobil bulan Februari menunjukkan sedikit peningkatan sebesar 1. 333 unit atau 3 or more, 3 persen dibandingkan Februari 2019, sebelum menunjukkan penurunan tahun-ke- tren tahun selama tiga bulan berturut-turut dengan penurunan 32. 258 device atau -58, 9 persen (Maret), penurunan 49. 792 unit / -99, 7 persen (April) lalu penurunan 37. 442 unit atau -61, 6 persen (Mei).

Penjualan mobil pada tahun 2020 hanya memulai tren positif tahun-ke-tahun di bulan Juni dengan tambahan 2 . 118 device terjual jika dibandingkan dengan Juni 2019 (peningkatan 4, 9 persen), diikuti oleh peningkatan 6. 698 unit pada bulan Juli (13, 7 persen), menjadi 1 . 652 unit kenaikan unit di bulan Agustus (3, 2 persen), kenaikan 11. 778 unit di bulan September (26, 4 persen), dan peningkatan 2 . 800 unit di bulan Oktober (5, 2 persen).

Sementara Siebenter monat des jahres dan September mewakili bulan-bulan dengan peningkatan penjualan mobil terbesar dibandingkan tahun lalu dengan angka tambahan kolektif hampir 18. 500, ini masih berarti jika dibandingkan oleh penurunan gabungan tahun-ke-tahun yang drastis hampir 120. 000 untuk bulan-bulan di Maret hingga Mei, penghitungan berdasarkan acara yang disediakan angka.

Hal tersebut jadi membantu menjelaskan mengapa secara keseluruhan penjualan mobil di Malaysia periode Januari hingga Oktober 2020 masih lebih rendah 98. 696 device jika dibandingkan dengan periode Januari hingga Oktober 2019.

Penjualan sepeda motor

Sedangkan untuk sepeda motor, Miti mengatakan, total penjualan yang dibukukan oleh Asosiasi Perakit dan Distributor Motor & Scooter Malaysia (Masaam) untuk Januari hingga Oktober 2020 adalah 390. 828 unit, lebih rendah 59. 863 unit atau turun 13, a few persen jika dibandingkan dengan total 450. 691 unit. unit terjual pada periode Januari hingga Zehnter monat des jahres 2019.

Untuk tahun 2020, penjualan sepeda motor di Malaysia dimulai dengan forty seven. 207 unit terjual di bulan Januari, sebelum naik menjadi fifty-one. 843 unit di bulan Februari, dan kemudian hampir setengahnya jadi 26. 697 unit terjual pada bulan Maret.

Namun, yang menonjol untuk penjualan sepeda motor pada tahun 2020 adalah nol penjualan yang tercatat di bulan April.

Penjualan sepeda motor kemudian pulih menjadi 19. 507 device yang terjual di bulan Mei, dan selanjutnya tetap di lebih dari 40. 000 unit masing-masing untuk bulan Juni, Juli, Agustus dan kemudian mencapai 50. 670 unit yang terjual di bulan September dan tumbuh ke penjualan bulanan tertinggi tahun ini pada 58. 087 unit di bulan Oktober.

Tuk perbandingan tahun-ke-tahun dengan 2019, penjualan sepeda motor pada Januari 2020 sudah turun 1 . 398 device atau -2, 9 persen, tetapi penjualan Februari jauh lebih tinggi sebesar 14. 889 unit atau 40, 3 persen lebih tinggi dari Februari 2019.

Penjualan Maret kemudian menukik menjadi 20. 460 unit lebih rendah atau -43, 4 persen tahun-ke-tahun, dan menyusut 100 persen dibandingkan April 2019 ketika nol penjualan tercatat pada April 2020, sebelum pulih menjadi 27. 629 unit lebih rendah atau -58, 6 persen tahun ke tahun di bulan Mei.

Perbandingan tahun ke tahun untuk penjualan sepeda motor jadi positif di bulan Juni dengan peningkatan sebesar 8. 305 device dibandingkan Juni 2019 (24, 5 persen), tetapi kemudian menjadi negatif dengan penurunan sebanyak 2 . 987 unit terjual atau -5, nine persen (Juli), a 1 . 543 unit kurang atau -3. 2 persen (Agustus), sebelum mengungguli bulan yang sama di tahun 2019 dengan 7. 343 unit tambahan terjual atau 16, 9 persen (September) dan 7. 360 unit tambahan terjual atau 14, six persen (Oktober).

Sekali lagi dengan memperhitungkan penurunan kolektif hampir 120. 000 device sepeda motor yang terjual pada bulan Maret, April, Mei 2020 dibandingkan bulan-bulan yang sama di tahun 2019, kinerja marjinal tahun-ke-tahun dari bulan-bulan lainnya di tahun 2020 tidak cukup untuk menutupi penurunan tersebut. Hal tersebut menerangkan mengapa penjualan sepeda motor di Malaysia secara keseluruhan hingga Zehnter monat des jahres 2020 masih lebih rendah dibandingkan periode Januari hingga Oktober 2019.

“Penurunan drastis total penjualan kendaraan di bulan Maret, April, Mei 2020 dibandingkan bulan yang sama di tahun 2019 disebabkan oleh penerapan motion control order (MCO) akibat penyebaran Covid-19 secara global dan worldwide. Hal ini berdampak pada industri otomotif lokal.

“Namun, peningkatan penjualan kendaraan dapat dilihat mulai Juni 2020, menyusul langkah yang dilakukan pemerintah melalui Rencana Pemulihan Ekonomi Nasional (Penjana) yang memberikan pembebasan 100 persen pajak penjualan dan jasa pada completely knock down (CKD). ) kendaraan dan 50 persen pembebasan pajak penjualan dan layanan dalam kendaraan completely built-up (CBU), ”kata kementerian itu dalam balasan tertulis di parlemen.

Kementerian menanggapi permintaan Kepong MEGA-PIXEL Lim Lip Eng agar menteri menyebutkan jumlah kendaraan baru yang terjual menurut bulan pada tahun 2020 dan perbandingannya dengan angka yang tercatat pada bulan yg sama pada tahun 2019.

Malaysia pertama kali memasuki movement control order (MCO) pada 18 Maret di mana semua bisnis yang tidak penting harus ditutup, dengan pembatasan kemudian dilonggarkan di bawah perintah kontrol pergerakan bersyarat (CMCO) yang diberlakukan secara nasional mulai 4 Mei dengan banyak kegiatan ekonomi diizinkan untuk dilanjutkan.

Pembatasan lebih jauh dilonggarkan ketika Malaysia beralih ke perintah kontrol pergerakan pemulihan (RMCO) pada ten Juni, dengan perintah ini bertahan hingga 31 Desember.

Tetapi di tengah gelombang ketiga kasus Covid-19, pemerintah kembali memberlakukan CMCO di beberapa periode negara mulai Oktober, dengan beberapa bagian negara sekarang berada di bawah CMCO hingga 20 Desember sementara sisanya tetap di bawah RMCO.

Untuk pertanyaan apa juga terkait artikel ini atau persyaratan konten lainnya, silakan hubungi Editor di [email protected] com

Hak Cipta 2017 Malay Mail On-line

Silakan ikuti dan sukai kami:

fb-share-icon
Tweet
Share
kirim ke reddit

— Iklan –